peran-kebugaran-fisik-dalam-performa-sailing

Peran Kebugaran Fisik dalam Performa Sailing

Peran Kebugaran Fisik dalam Performa Sailing. Banyak orang mengira sailing itu olahraga santai yang cuma duduk sambil pegang kemudi. Kenyataannya, di level kompetitif maupun cruising jarak jauh, tubuh dipaksa bekerja keras selama berjam-jam: menahan heel, grinding winch, hiking di dinghy, atau sekedar menjaga keseimbangan di dek bergoyang. Kebugaran fisik yang baik bukan bonus, tapi syarat mutlak agar bisa trim cepat, manuver tajam, dan tetap fokus sampai garis finis. BERITA VOLI

Daya Tahan Kardiovaskular dan Ketahanan Otot: Peran Kebugaran Fisik dalam Performa Sailing

Lomba layar bisa berlangsung 30 menit sampai 8 jam nonstop, bahkan beberapa hari di offshore. Denyut jantung sering berada di 70–90% maksimal selama manuver intens. Tanpa stamina kardio yang solid, performa turun drastis di leg terakhir karena asam laktat menumpuk. Otot inti (core) dan kaki menjadi penentu utama saat hiking di perahu kecil atau menahan posisi di trapese — bisa sampai 20–30 menit tanpa jeda di angin kencang. Latihan terbaik: rowing machine, lari interval, circuit training dengan squat dan plank panjang.

Kekuatan Tangan, Lengan, dan Bahu: Peran Kebugaran Fisik dalam Performa Sailing

Grinding winch untuk mengangkat layar depan besar atau menarik mainsail di angin 20+ knot membutuhkan kekuatan tarik berulang. Di perahu dinghy performa tinggi, trapese wire dan tali-tali utama bisa memberikan beban sampai 70–80% berat badan hanya dengan satu tangan. Otot bahu dan punggung yang lemah langsung terlihat saat tacking beruntun: tali terlambat dikencangkan, layar kurang power, perahu kalah momentum. Program latihan klasik yang terbukti: pull-up, deadlift, farmer’s walk, dan latihan grip dengan hand gripper atau towel pull-up.

Kelenturan dan Pencegahan Cedera

Dek perahu selalu miring dan licin. Gerakan tiba-tiba saat gybing atau rounding mark memaksa sendi bekerja di luar rentang normal. Pinggul kaku menyebabkan teknik hiking jelek, punggung bawah mudah nyeri setelah dua jam berlayar. Bahu yang kurang fleksibel sering robek rotator cuff saat grinding keras. Rutinitas 10–15 menit yoga atau mobility drill setiap hari sudah cukup menjaga rentang gerak dan mengurangi risiko cedera sampai 60–70% menurut pengalaman pelatih level atas.

Kesimpulan

Kebugaran fisik bukan sekadar terlihat bagus di pantai; ia langsung diterjemahkan menjadi detik-detik berharga di lintasan lomba dan kenyamanan di perjalanan jauh. Pelaut yang rutin latihan dua sampai empat kali seminggu akan merasakan perbedaan nyata: manuver lebih cepat, pemulihan lebih singkat antar lomba, dan risiko cedera jauh lebih kecil. Mulailah dengan program sederhana yang bisa dilakukan di rumah atau gym biasa — dalam tiga bulan saja, perahu Anda akan terasa lebih “ringan” dan Anda tetap tajam sampai bendera finis dikibarkan. Tubuh kuat, layar selalu penuh tenaga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *